Benarkan Ramos Bisa Tangguh Karena Faktor Banteng

Benarkan Ramos Bisa Tangguh Karena Faktor Banteng

Benarkan Ramos Bisa Tangguh Karena Faktor Banteng

Pemain bertahan tangguh asal klub Real Madrid bernama Sergio Ramos memang sangat di kenal sebagai salah satu pemain bertahan sangat tangguh dan sangat agresif sekali baik itu pada saat mengawal lini pertahanan atau juga pada saat pemain tersebut itu sedang berada di daerah kotak penalty lawan. Pemain timnas Spanyol tersebut itu memang tidak jarang juga di dalam urusan melesakkan gol ke gawang lawan. Pemain yang pada saat ini berusia 27 tahun tersebut itu memang sudah mengungkapkan bahwa dirinya itu mempunyai karakter yang berasal dari lingkungan keluarganya yang memang sangat gemar di dalam hal permainan adu banteng dulunya. Bahkan hingga saat ini tidak ada orang yang menduga bahwa pemain tersebut itu pada masa kecilnya itu merupakan bocah yang menginginkan untuk menghadapi banteng – banteng besar di lapangan. Akan tetapi impian tersebut itu sekaligus merupakan imajinasinya mendapatkan larangan dari Ibunda tercintanya yang tidak menginginkan anaknya itu nantinya terjun ke profesi yang memang di kenal sangat berbahaya itu dan bisa jadi nantinya mengancam nyawa putranya.

Ramos mengungkapkan sendiri bahwa dirinya itu merupakan tipe orang yang akan selalu mengatakan segala sesuatunya dengan jelas dan tidak bertele – tele. Saya telah memberitahukan kepada orang – orang mengenai apa yang telah saya pikirkan selama ini. Saya pada akhirnya memiliki karakter menjadi Matador, akan tetapi pada akhirnya saya ini memberikan pilihan untuk menjadi pemain sepak bola sebagai ganti dari semuanya itu. Lantas pemain tersebut itu memberikan beberapa contoh mengenai karakter agresifnya itu yakni pada saat berada di daerah penalty lawan yakni pada saat melawan Portugal, dan pada saat itu semuanya terjadi setelah saya gagal untuk melakukan tendangan penalty pada saat melawan Bayern Munich di ajang Liga Champions. Dengan adanya factor tersebut itu maka kemudian kritikan banyak sekali tertuju kepada saya, keluarga saya merasa kecewa dengan itu semua, terutama dari Ibu saya dan juga Kakak saya, dengan itu maka saya ini menginginkan untuk bisa menembus semuanya itu kepada mereka melalui penalty dengan cara papenka.

Sebelum melakukan tendangan penalty itu, Ramos mengungkapkan bahwa dirinya mengaku terlebih dahulu berbicara dengan pelain timnas Spanyol bernama Vicente Del Bosque untuk di izikan melakukan tendangan penalty. Pelatih tersebut itu sendiri kemudian menertawakan mengenai keinginan Ramos, meskipun pada akhirnya memberikan izin untuk ambil bagian dalam tendangan penalty itu. Sebelum melakukan laga, saya melakukan pembicaraan dengan pelatih mengenai dirinya itu akan ambil bagian dalam tendangan penalty jika nantinya harus melakukan adu penalty pada laga tersebut. Dan pada akhirnya dalam laga tersebut itu melakukan tendangan penalty dan saya mampu menuntaskan tugas menendang penalty tersebut.