Efek Negatif Pada Generasi Berikutnya di Inggris

Efek Negatif Pada Generasi Berikutnya di Inggris

Efek Negatif Pada Generasi Berikutnya di Inggris 

Liga Premier tidak mendanai pengembangan pemain muda di Inggris, Andros Townsend telah tampil dalam sepuluh klub yang berbeda. Mengejutkan bukan ?, Pejabat pada Assosiasi Premier League bukan bagian dari komisi Greg Dyke untuk meningkatkan bakat muda Inggris. Mereka tidak mendanai upaya untuk membuat sisi  pemain Inggris berikutnya sebagai yang terbaik di dunia.  Greg Dyke, yang dalam upaya untuk meningkatkan sepak bola Inggris, telah secara individual meminta kepada masing-masing dari ke 20 pemilik klub Liga Premier jika mereka mempunyai ide tentang gagasanya tersebut. Dan mereka semua sangat tertarik. Namun secara kontroversial, Assosiasi Liga Premier Inggris menolak kesempatan untuk mendukung pengembangan pemain muda di Inggris meskipun dengan persetujuan perjanjian yang kuat dengan proposal ini.

Ide yang dimiliki Dyke dipicu oleh banyaknya pemain Inggris yang selalu dibuat untuk menjadi pemain pinjaman dan tidak mendapatkan kesempatan di tim induknya. Banyak klub memilih untuk membeli pemain dalam bentuk bakat asing daripada memproduksi sendiri talenta di dalam negeri. Andros Townsend, adalah seorang pemain yang sangat dikreditkan untuk performanya saat ini, secara ajaib telah berada di sepuluh klub yang berbeda dan dia masih berusia 22 tahun. Saat-saat seperti ini dimana rakyat Inggris harusnya memberi penghormatan kepada tim seperti Southampton dimana 11 pemain yang diseksi dari 18 pemain mereka, telah mampu meraih kemenangan 4-1 atas Hull City pada akhir pekan yang lalu. Mereka adalah pemain  Inggris, dengan satu pemain lainnya adalah  dari Irlandia Utara.

Mereka adalah klub yang memberikan masa muda pemain Inggris sebuah kesempatan di level tertinggi dan mencerminkan semangat dan kualitas yang diharapkan. Penampilan yang di tunjukkan mereka yang akhirnya membuat mereka di panggil untuk  masuk ke dalam skuad Inggris untuk laga uji coba menghadapi Chile dan Jerman. Ini membuat Anda tertegun, jika Liga Premier Inggris mempunyai keajaiban dana yang tersembunyi dalam sebuah kepindahan pemain untuk di pinjamkan dan mungkin kemudian tanpa kenal lelah melakukan pelatihan di akademi yang mereka punyai, mungkin saja, Inggris bisa mengumpulkan skuad yang mampu untuk bersaing di Piala Dunia. Dyke mengatakan kepada dirinya sendiri bahwa ia yakin Inggris bisa menang di Qatar pada tahun 2022. Sebuah pernyataan yang kuat dari seorang pria dengan ide yang baik. Banyak pemain dari berbagai negeri yang bermain di Liga Inggris karena Liga Primer Inggris lebih menghibur. Tapi mungkin jika bintang pada tim yang mereka pilih adalah pemain yang berdarah Inggris penuh, maka gairah akan tumbuh untuk tim nasional mereka. Dan mungkin, mungkin saja, Inggris bisa menang di Qatar 2022.