El Barca Masih Dalam Proses Transisi

El Barca Masih Dalam Proses Transisi

El Barca Masih Dalam Proses Transisi

Pelatih baru El Barca Gerardo Martino tampaknya harus segera bangun dari mimpi indahnya ketika pasukan Barcelona dikalahkan oleh Ajax Amsterdam dan juga Athletic Bilbao. Pasalnya kekalahan yang diderita oleh El Barca ini membuat mereka mengalami kekalahan perdana di musim ini baik di kompetisi La Liga dan juga Liga Champions musim ini. Yang semakin menyakitkan adalah Barca mengalami kekalahan dari 2 tim yang secara kualitas berada di bawah kekuatan Barcelona tersebut. Tentu menjadi sinyal dan tanda bahaya. Ditambah lagi Atletico Madrid berhasil menyamakan poin dengan pasukan Gerardo Martino tersebut.

Kendala Barcelona yang disebabkan oleh cederanya Messi memang menjadi salah satu penyebabnya. Faktor Messi memang sangat kental di skuad El Barca yang merupakan salah satu cetak biru dari filosofi yang ditemukan oleh Johan Cruyyf yang akhirnya disempurnakan oleh Pep Guardiola. Tito Vilanova sendiri hanya meneruskan cetak biru Cruyyf dan juga Guardiola tersebut, namun berbeda halnya dengan Martino. Jika ia ingin meneruskan cetak biru filosofi El Barca tersebut, praktis ia tidak bisa memainkan filosofi tersebut secara maksimal. Jika pada era Frank Rijkaard ada sosok Ronaldinho dan Deco, lalu di era Guardiola Xavi dan Iniesta masih segar bugar, tentu berbeda dengan era Martino. Xavi sudah memasuki masa-masa uzur dimana ia sudah berusia 33 tahun. Praktis dari segi stamina dan juga fisik akan menurun drastis. Praktis Martino hanya bisa mengandalkan sosok Cesc Fabregas dan juga Andres Iniesta.

Ketika salah satu cedera, Martino tidak bisa menemukan sosok yang pas. Formasi juga menjadi permasalahan utama. Formasi 4-3-3 yang menjadi andalan Martino sudah banyak yang mengetahui kelemahannya. Lihat saja AC Milan bisa memporak porandakan formasi tersebut di musim lalu dan juga musim ini ketika bersua di San Siro. Tentu sudah saatnya Martino mengubah formasi dari 4-3-3 menjadi 4-4-2 atau tetap di formasi awal namun menggunakan system double pivote yang diterapkan di skuad La Furia Roja atau AS Roma dan juga Real Madrid musim ini. Formasi yang diterapkan oleh Carlo Ancelotti di Real Madrid mungkin bisa dicoba oleh Gerardo Martino. Don Carletto memainkan formasi 4-2-3-1 yang bertransformasi ke formasi 4-3-3. Dua pemain tengah yang bertugas sebagai dobel pivot diserahkan kepada Xabi Alonso dan Luka Modirc atau Asier Illaramendi. Sementara di AS Roma sendiri tugas ini diserahkan kepada Kevin Strootman dan juga Daniele De Rossi.

Martino tentu saja bisa memainkan formasi tersebut. Apalagi Busquets sendiri juga pernah memainkan peran ini di tim nasional Spanyol. Jika Xavi atau Iniesta dan juga Cesc cedera, Martino memiliki peran lain yang bisa membawa El Barca tetap di jalurnya. Dan sosok yang pantas untuk memainkan peran dobel pivot bersama Busquets adalah Javier Mascherano dan Alex Song.