Jose Mourinho Ingin Meraih Sukses Di Eropa

Jose Mourinho 'trashed a decent suit' celebrating Real Madrid's late goal

Jose Mourinho Ingin Meraih Sukses Di Eropa

Pelatih Chelsea Jose Mourinho ingin menuai kesuksesan bagi timnya di kompetisi Eropa. Tanpa mengesampingkan peluang tim asuhannya di kompetisi Liga Premier pada musim ini, namun ahli strategi asal Portugal itu ingin menuntaskan langahnya di Liga Champions. Salah satu lawan yang akan dihadapi oleh Chelsea adalah Basel. Wakil Swiss ini menghentikan langkah 29 rekor tidak terkalahkan The Blues sejak kompetisi Liga Champions Grup E bergulir dan kekalahan di Stamford Bridge merupakan yang pertama kalinya dalam kurun waktu 10 tahun terakhir di turnamen paling prestisius. Kekalahan di awal laga Grup E membuat Jose Mourinho seakan-akan mengulangi masa buruknya di musim 2012-13, di mana saat itu mereka tidak mampu menjadi kampiun dan melangkah lebih baik di turnamen Eropa. The Blues seakan-akan menjadi salah satu tim yang pernah menjuarai turnamen tersebut untuk tersisih lebih dulu di fase grup guna mempertahankan gelar mereka pada musim itu, sebelum mengakhiri perlawanan Basel dalam dua pertemuan di babak semi-final untuk memastikan kesuksesan di kancah Liga Europa.

Sejak kekalahan dari Basel pada 18 September, Chelsea berhasil memangkas mulus pertandingan berikutnya dengan kemenangan, diantaranya menggebuk Steaua Bukarest 4-0, kemudian menghajar wakil Bundesliga, FC Schalke 3-0 dan kini mereka tinggal membutuhkan satu angka saja untuk memastikan tiket ke babak berikutnya, sementara kemenangan keempat bakal membuat mereka menjuarai grup tersebut. Mourinho berharap dapat mengamankan posisi teratas di Grup E pada laga lawatannya ke St Jakob Park, sehingga pada pertandingan terakhir melawan Steaua Bukarest pada 11 Desember sudah tidak memiliki dampak apa pun juga. “Kami akan bertandang ke Swiss dan memenangkan sekaligus membunuh peluang mereka,” cetus Mourinho. “Kami memiliki sejumlah pertandingan menentukan pada Desember mendatang bahwa jika kami mampu meraih satu di sini, maka pertandingan melawan Steaua tentu sudah tidak bermasalah bagi kami. Ini tentu saja sangat membantu kami.

“Kami akan mencoba memenangkan duel di sana. Pada akhirnya, jika anda mampu mengemas satu angka saja, tiket ke babak berikutnya sudah kami pastikan, namun tentu saja tidak ada hasil selain kemenangan yang kami raih di sana. “Tentu saja ini merupakan kesempatan bagi kami melakukan hal serupa, setelah dipermalukan di kandang sendiri – walau saya tidak ingin menyebut sebagai aksi balas dendam. Tentu tidak sama sekali. Tetapi bila menghadapi suatu tim yang mampu mempermalukan kami di Stamford Bridge, tentu lawan itu tangguh sekali.” Pada Desember mendatang, setidaknya Chelsea bakal memiliki sembilan pertandingan di tangan, di mana laga melawan Southampton di Stamford Bridge sudah menanti di kompetisi reguler dan diikuti duel melawan Sunderland – salah satu tim yang juga akan dihadapi oleh mereka di ajang Piala Liga bulan depan – Stoke dan Crystal Palace. Pada 23 Desember mereka juga menantang sang pimpinan klasemen Arsenal dan menjamu Swansea serta Liverpool untuk melengkapi akhir tahun mendatang.

Mourinho mengaku belum ingin memikirkan duel melawan Arsenal di Emirates Stadium, dan ia justru menunggu hasil terbaik di Liga Champions. “Kita lihat saja, bagaimana kami bisa menghadapi mereka pada bulan itu,” singkat Mourinho. “Siapa yang akan tahu apa yang terjadi? Tidak akan ada yang bisa mengetahui posisi kami akan berada di mana dan mereka juga pada 23 Desember? Siapa yang tahu?  “Mungkin bisa saja mereka turun ke posisi tiga dan kami di peringkat lima? Anda tidak akan pernah tahu. Di Liga Premier segala sesuatu pada musim ini bisa saja terjadi. “Sekarang hanya konsentrasi di satu pertandingan ke pertandingan berikutnya dan kemudian menilik apa yang akan terjadi.”