Lima Hal yang Kita Lihat Mengubah Sepak Bola

Lima Hal yang Kita Lihat Mengubah Sepak Bola

Lima Hal yang Kita Lihat Mengubah Sepak Bola

Sepak bola dan perubahan adalah sesuatu yang satu paket. Peraturan sepak bola terus berkembang. Belum lagi sistem-sistem permainan yang berubah seiring fisik dan karakter para pemain yang juga mengikuti zaman. Ini masih ditambah lagi dengan teknologi yang membuat sepak bola semakin maju dan modern. Bukan lantas kemudian menghilangkan tujuan utama bermain sepak bola untuk kesenangan dan kesehatan melainkan perubahan ini dimaksudkan agar tujuan ini terlindungi. Ada lima hal  atau perubahan yang kita lihat mengubah permainan sepak bola, entah menjadi lebih baik ataupun menjadi lebih buruk:

Perubahan paling kentara adalah adanya peraturan off-side yang kemudian membawa revolusi taktik berupa jebakan atau perangkap off-side alias off-side trap. Peraturan ini juga mengharamkan pemain penyerang untuk “mengendok” di depan penjaga gawang sendirian tanpa bek yang menjaganya. Apabila seorang penyerang melakukan hal tersebut maka penyerang tersebut dianggap melanggar peraturan ini, pun juga jika ada yang mengumpan kepada pemain tersebut maka peraturan ini akan berlaku.

Perubahan kedua adalah adanya adu penalti. Sebelum adanya adu penalti kedua tim yang seri melakukan pertandingan ulang begitu seterusnya sampai ada yang menang. Hal ini berawal dari sistem Piala FA yang  mengatakan itu adalah aturan replay. Hal ini dianggap kemudian terlalu melelahkan juga menghabiskan banyak waktu. Maka untuk mempersingkat cukup diadakan sekali pertandingan ulang jika pun masih seri diadakan undian koin. Rupanya, hal ini juga masih terasa tidak adil karena bagaimana mungkin sebuah tim juara karena lemparan koin. Ini seperti lelucon kata mereka yang mengkritik cara undian koin ini. Maka, sebuah temuan revolusioner diperkenalkan yakni adu penalti. Apalagi di ajang empat tahunan seperti Piala Dunia dan Piala Eropa, hal ini sangat mengefisiensikan waktu sekali. Tidak perlu akhirnya jadwal molor karena adanya pertandingan ulangan.

Yang ketiga adalah rumput buatan. Rumput buatan ini kemudian mengevolusi bahwa bola bisa memantul sesuai dengan rumput asli. Sehingga juga stadion bisa digunakan menjadi tempat lain seperti konser musik ataupun ulang tahun sebuah partai dan tidak merusak rumput seperti di Indonesia.

Perubahan keempat adalah stadion yang tertutup. Jadi, ketika dulu kalau hujan pemain benar-benar mengeluarkan skill dan kepintarannya untuk memperkirakan bola akan jatuh ke mana karena tidak memantul  akibat rumput yang tergenang lumpur.

Perubahan kelima yang masih diperdebatkan dan diuji cobakan adalah teknologi garis gawang. Teknologi ini memungkinkan untuk meminimalisasi kesalahan yang dilakukan oleh asisten wasit atau wasit sendiri karena salah penglihatan yang kadang merugikan bagi salah satu tim dan tentu saja menguntungkan bagi salah satu tim. Laga Piala Dunia yang krusial bisa berubah amat deras dengan sistem ini. Kita nantikan saja.