PT. LI Gelontarkan Dana Komersial Pada Klub

PT. LI Gelontarkan Dana Komersial Pada Klub

PT. LI Gelontarkan Dana Komersial Pada Klub

CEO dari PT liga Indonesia, yaitu Joko Droyono mengatakan bahwa saat ini telah mendistribusikan kembali sebuah dana komersial kepada klub dari peserta Indonesia Super League (ISL). Yang mana saat itu setiap klub akan menerima uang senilai Rp. 500 juta rupiah. Sebelum PT Liga Indonesia saat itu sudah mulai mencairkan dana kontribusi yang menjadi hak dari setiap klub yaitu sebesar Rp. 1 miliar rupiah. Dengan demikian tentu saja setiap klub akan memiliki dana sebear 1,5 miliar rupiah dari PT Liga Indonesia. Dana ini nantinya akan dipergunakan sebagai pengembangan dari klub, menutup segala kebutuhan dari klub saat nantinya akan menjalani pertandingan tersebut. Para klub tentu saja menyambut baik adanya dana ini, pasalnya dana sekecil apapun yang diberikan akan sangat berarti bagi klub.

Dalam sebuah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang mana sebelum digelar nantinya setiap klub akan menerima dana sebesar Rp 3 miliar. Tentu saja ini nilai yang sangat besar dan membuat klub tidak akan kebingungan untuk mencari dana dari sponsor ataupun investor. Menurut Joko pada hari Minggu yang lalu, mereka sudah mendistribusikan dana sebesar 500 juta kepada masing-masing klub, mereka berharap hingga nantinya rapat selesai maka hal ini juga akan segera selesai. Pihaknya mengaku jika dana tersebut semakin cepat turun dalam klub maka hal itu juga semakin baik juga, pasalnya mereka juga tidak aka nada beban dan juga bagi klub juga akan bisa segera menggunakan dana itu untuk kebutuhan dari klub tentunya.

Persolan dari adanya pencarian dana yang diberikan itu saat ini menjadi salah satu bahan pembicaraan yang sangat hangat dibicarakan, pasalnya mereka mengaku bahwa dana ini adalah dana yang nantinya akan dipindahkan fungsinya untuk dapat menggaji para pemain. Dalam kesempatan tersebut Joko mengatakan bahwa pihaknya tidak akan semudah itu untuk ikut serta dalam penggunaan dana untuk membayar gaji para pemain. Prrosedur itu hanya klub yang nantinya berhak untuk dapat mengalihkan dana itu untuk digunakan sebagai pembayaran gaji dari pemain tentunya. Hal inilah yang saat ini sangat hangat sedang dibicarakan, pasalnya banyak pihak yang mengklaim bahwa Jokolah yang mengatakan bahwa dana itu nantinya akan digunakan sebagai dana untuk membayar para pemain.

Ternyata dana yang diberikan itu sangatlah terbatas. Pasalnya kebutuhan dari para klub itu berbeda-beda. Semakin maju klubh tersebut bisa dikatakan bahwa kebutuhan mereka lebih besar dalam menggunakan dana itu.  “ Ternyata itu juga terbatas terhadap sebuah kontribusi yang dimiliki oleh sebuah klub. Hal ini berarti bahwa setiap klub banyak yang tersisa dalam Liga Indonesia untuk dapat dicadangkan dalam membayar gaji dari pemain ,” tutupnya.