Rudi Garcia Kandidat Gantikan Conte

Rudi Garcia Kandidat Gantikan Conte

Rudi Garcia Kandidat Gantikan Conte

Masa depan Antonio Conte sepenuhnya tidak dihabiskan untuk Juventus saja. Karena itu beberapa nama penggantinya, konon sudah mulai masuk dalam kantong pihak manajemen tim dan salah satu diantaranya adalah Rudi Garcia, yang merupakan calon lawan bagi Bianconeri di awal tahun 2014 pada pekan ini. Mengetahui dirinya dikaitkan bakal mengganti peran Antonio Conte, sontak Rudi Garcia langsung tertawa dan sama sekali tidak dapat memahami hal tersebut dan kini ia hanya berkonsentrasi untuk memenangkan duel tanpa beban melawan juara dua kali Serie A tersebut. Tentu saja Rudi Garcia menepis semua anggapan konyol yang mengaitkan dirinya dengan Juventus, di mana ia mengaku telah 100 persen mendedikasikan karirnya untuk Roma.

Kabar ini mencuat ke permukaan setelah pelatih berkebangsaan Prancis itu dianggap merupakan kandidat yang paling tepat untuk menggantikan peran Conte, bila sang pelatih memutuskan untuk hengkang dari Turin. Rudi Garcia mengungkapkan bahwa dirinya sama sekali tidak tahu dari mana berita dan perkembangan yang tidak benar itu muncul ke permukaan. “Saya 100 persen mendedikasikan pekerjaan ini untuk AS Roma saja dan saya bertanggung jawab untuk proyek jangka panjang Roma,” ungkap mantan pelatih Lille. Meski demikian, Garcia menegaskan bahwa dirinya menaruh hormat kepada sang jura bertahan, dan ingin tetap berkonsentrasi mempertahankan rekor tidak terkalahkan Giallorossi, yang saat ini duduk di peringkat kedua dan selisih lima poin di belakang Juve, sulit untuk memperoleh kemenangan di Turin.

“Kami memiliki tim yang kuat; demikian juga dengan mereka,” tegas Garcia. “Kami juga memiliki kekuatan dan kelemahan, dan sama seperti mereka. “Hal ini sangat penting untuk memetik kemenangan, namun jika saja kami kalah atau imbang, maka perubahan di paruh musim kedua tetap berjalan hingga menit-menit akhir, karena masih begitu banyak langkah yang harus kami lalui. Namun demikian, saya ingin sekali memetik kemenangan di kandang lawan. “Kami menyadari bahwa mereka merupakan tim yang hebat dan juga ada dua penyerang yang memiliki rutinitas untuk mencetak gol. Mereka juga ada seseorang pemain berkelas dunia seperti Andrea Pirlo. “Bahkan mereka memiliki tim kedua yang sama kuat. Jika satu pemain tidak tampil, maka penggantinya juga tidak kalah baiknya. Mereka juga memiliki keuntungan dengan bermain dihadapan pendukungnya sendiri.

“Di samping Romanisti, semua orang menganggap bahwa pertandingan nanti merupakan kekalahan perdana bagi kami. Oleh karena itu kami sangat senang dan sama sekali tidak terbebani.” Giallorossi, yang belum terkalahkan satu pun dari 17 pertandingan Serie A di paruh pertama pada musim ini, akan mengunjungi Turin dan berharap bisa mengejar perbedaan lima angka dengan sang pimpinan klasemen, dan penyerang sayap Roma Gervinho mengaku pentingnya kemenangan di Turin. “Ketika saya pertama kali menginjakkan kaki di klub ini, semua berbicara mengenai Lazio dan sepertinya obyek pembicaraan itu kini sudah berganti,” tukas mantan pemain Arsenal tersebut. “Tetapi saat ini pembicaraan dengan rival satu kota sudah waktunya dihentikan. Karena kami akan melayani duel sengit melawan peringkat pertama, Juventus dan kami berharap bisa mendulang tiga angka sekaligus merubah sejarah di akhir tahun.”