Sebagai Penggemar Bola Bisakah Kita Tidak Berpihak?

Sebagai Penggemar Bola Bisakah Kita Tidak Berpihak

Sebagai Penggemar Bola Bisakah Kita Tidak Berpihak?

Sebagai Penggemar Bola Bisakah Kita Tidak Berpihak? – Anda adalah seorang penggemar bola. Anda menyukai sebuah atau dua buah atau beberapa klub tertentu. Anda pasti akan menonton klub kesukaan anda di televisi atau bahkan menonton langsung di stadion jika memang memungkinkan. Tetapi, kalau pun klub kesukaan anda tidak disiarkan di televisi anda berusaha mencarinya lewat streaming di internet, khusus klub yang di liga Eropa. Kalau pun tidak ada juga pasti di akhir pekan anda tentunya akan menonton apa pun pertandingan sepak bola yang disiarkan di televisi nasional karena gratis dan tidak repot tentu saja, toh kemudian itu bukan klub kesukaan anda jadi selama masih bisa menonton bola kenapa tidak ditonton, begitu pikiran anda. Nah, pada saat menonton itulah, anda kemudian mempunyai kecenderungan kepada salah satu tim.

Sebagai Penggemar Bola Bisakah Kita Tidak Berpihak? – Padahal anda bukanlah pendukung salah satu dari kedua tim yang bertanding yang sedang anda tonton tersebut tetapi kemudian anda mencaci maki salah satu tim dan mendukung tim lain, anda geregetan ketika tim yang anda mempunyai kecenderungan sesaat tidak bisa mencetak gol. Anda juga begitu khawatir ketika tim yang anda sukai secara sesaat itu diserang oleh tim lainnya. Sebagai ilustrasi saya akan ajak anda ke final Liga Champions 2013 antara Dortmund dan Munchen. Anda tidak mendukung keduanya karena tim anda kalah dari babak sebelumnya disingkirkan oleh tim lain; bukan Munchen maupun Dortmund. Tetapi, ketika pertandingan anda begitu ingin Dortmund menang karena melihat usaha mereka atau sebaliknya anda ingin Munchen menang karena kasihan, Munchen sudah sering kalah di final Liga Champions Eropa. Lihat kemudian bagaimana anda memihak salah satu tim.

Sebagai Penggemar Bola Bisakah Kita Tidak Berpihak? – Ya, pada akhirnya memang di dunia ini tidak ada yang netral atau tidak berpihak. Semuanya mempunyai kecenderungan. Semuanya mempunyai keberpihakan. Pers atau media sendiri yang dikatakan para pencetus mulanya dan para perumus kode etika jurnalis selalu mengatakan seharusnya media tidak berpihak tetapi pada akhirnya semua media berpihak kepada salah satu. Contoh paling kentara hal ini tidak usahlah jauh-jauh kita melihatnya, coba lihat media televisi kita dan lihat iklan serta pemberitaannya, kita akan paham bahwa stasiun-stasiun televisi tersebut membawa kepentingan pemilik modal terbesarnya. Atau seminimalnya media akan berpihak pada kaum lemah atau istilahnya to voice the voiceless. Jadi, sebenarnya jangan khawatir anda disebut berpihak kepada salah satu tim.

Sebagai Penggemar Bola Bisakah Kita Tidak Berpihak? – Anda masih menyangkalnya? Sekarang saya ajak anda ke final Piala AFF 2012, siapa yang anda dukung? Indonesia tentu saja. Tetapi setelah Indonesia tersisih dari Piala AFF siapa yang anda inginkan menjadi juara atau yang paling tidak anda inginkan untuk menjadi juara? Saya yakin jawaban untuk pertanyaan negara yang tidak anda inginkan adalah Malaysia. Benar bukan? Jadi, tenang saja kawan-kawan karena semua kita pasti berpihak. Tetapi, keberpihakan kita haruslah objektif dan tidak merusak. Salam Olah Raga.