Sistemik Masalah Bagi Liverpool Bukannya Personil

Sistemik Masalah Bagi Liverpool Bukannya Personil

Sistemik Masalah Bagi Liverpool Bukannya Personil

Sistemik Masalah Bagi Liverpool Bukannya PersonilBrendan Rodgers akan membuat kesalahan besar dengan mengorbankan filosofinya yang terbuka, sepak bola yang menarik setelah hanya dua pertandingan. Pertandingan melawan Chelsea dan Crystal Palace bisa menjadi bukti terakhir yang menjadi momen menentukan dalam musim Liverpool tetapi tidak boleh dilupakan bahwa pendekatan menyerang Liverpool yang ditunjukkan pada kedua tim tersebut adalah apa yang membuat mereka ke posisi untuk bersaing untuk gelar di tempat pertama. Namun sekarang ada perdebatan mengenai apakah kelemahan pertahanan Liverpool disebabkan oleh individu pemain atau bahkan sistem dan yang lebih penting, gaya sepak bola. Untuk argumen untuk memperbaiki tim yang mudah kebobolan adalah bahwa The Reds perlu mengubah cara mereka menegosiasikan permainan. Menjadi lebih fokus pada pertahanan namun pasti akan mengambil dari elemen serangan brilian mereka. Hal ini membutuhkan tindakan penyeimbangan halus.

Rodgers malah harus tetap setia pada keyakinannya sebagaimana banyak konsesi Liverpool musim ini yang lebih berkaitan dengan kesalahan individu. Beberapa orang mungkin menolak hal ini dan mengatakan kecerobohan pemain-pemain seperti Martin Skrtel, seperti yang terlihat oleh betapa mudahnya dia mengosongkan area penalti pada pertandingan terakhir mereka untuk meninggalkan Dwight Gayle mencetak gol, diperparah oleh Liverpool yang tidak meghentikan serangan lawan. Dengan kata lain kadang-kadang terlalu banyak pemain yang meninggalkan lini belakang mereka untuk menyerang kedepan. Tetapi bahkan jika itu dicatat tidak akan menjelaskan bagaimana bisa Steven Gerrard slip, umpan dari Kolo Toure untuk pemain West Brom Victor Anichebe dan gol bunuh diri melawan Fulham atau sejumlah kesalahan individu yang tak terhitung yang langsung membuahkan kebobolan untuk Liverpool.

Sistemik Masalah Bagi Liverpool Bukannya Personil

Hal ini lebih masuk akal untuk menyatakan bahwa pemain telah menderita dari meningkatnya tekanan dari pertarungan perebutan gelar yang telah mencapai klimaksnya. Tentu tindakan penyelamatan Palace adalah lebih dari sekedar kebetulan. Waktu yang mengingat konteks musim dimana poin Liverpool meledak di mana mentalitas hanya dapat dipertanyakan. Pada akhirnya itu sangat tidak mungkin Rodgers akan mengubah sikapnya tentang bagaimana ia ingin timnya bermain. Dia harus melakukannya, meskipun, lebih dari siapapun akan membenahi lini pertahanannya.

Kepemimpinan yang kurang di antara mereka dan pemain bertahan yang akan datang di musim mendatang dimana mereka pasti harus memiliki kualitas. Akankah Liverpool telah kehilangan gelar karena kurangnya kualitas daripada penolakan untuk pragmatisme mereka ? Sistemik Masalah Bagi Liverpool Bukannya Personil

Sistemik Masalah Bagi Liverpool Bukannya Personil